Video online telah menjadi salah satu sumber belajar yang mudah ditemukan. Kita dapat menemukan penjelasan matematika, tutorial komputer, eksperimen sains, bahasa asing, sejarah, keterampilan praktis, hingga berbagai topik lainnya hanya dengan beberapa kata pencarian.
Namun, menonton video tidak selalu berarti belajar.
Seseorang dapat menonton video selama tiga puluh menit, memahami penjelasan saat itu, bahkan merasa bahwa materinya sudah dikuasai. Tetapi beberapa jam kemudian, belum tentu ia masih dapat menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari atau menggunakannya untuk menyelesaikan suatu masalah.
Perbedaannya terletak pada bagaimana video tersebut digunakan.
Video dapat menjadi sumber belajar yang sangat membantu ketika digunakan secara aktif dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Beberapa prinsip pembelajaran dalam video edukasi antara lain memperhatikan beban kognitif, menjaga keterlibatan, serta memberi kesempatan kepada pelajar untuk memproses dan menggunakan kembali informasi yang dipelajari.
Lalu, bagaimana cara belajar dari video online dengan lebih efektif?
1. Tentukan Apa yang Ingin Dipelajari
Sebelum menekan tombol Play, tentukan terlebih dahulu tujuan Anda.
Misalnya, jangan hanya mengatakan:
“Saya mau belajar Python.”
Tujuan tersebut masih terlalu luas. Lebih baik:
“Saya ingin memahami bagaimana for loop digunakan dalam Python.”
Atau:
“Saya ingin bisa membuat program sederhana yang mengulang sebuah proses beberapa kali.”
Tujuan yang lebih spesifik membantu kita menentukan informasi mana yang perlu diperhatikan. Hal ini juga membantu menghindari kebiasaan berpindah dari satu video ke video lainnya tanpa benar-benar menyelesaikan proses belajar.
Tanyakan kepada diri sendiri:
“Setelah selesai menonton video ini, apa yang saya harapkan sudah bisa saya lakukan?”
2. Pilih Video yang Sesuai dengan Kebutuhan
Tidak semua video yang muncul dalam hasil pencarian memiliki tujuan dan kualitas yang sama.
Sebelum mulai menonton, perhatikan beberapa hal:
- Siapa pembuat atau sumber video?
- Apa tujuan video tersebut?
- Apakah materinya sesuai dengan tingkat pemahaman Anda?
- Apakah penjelasannya cukup jelas?
- Apakah informasi yang diberikan masih relevan?
- Apakah video memberikan contoh atau demonstrasi yang membantu?
Untuk topik tertentu, terutama yang berkaitan dengan informasi resmi, teknologi, kesehatan, hukum, atau kebijakan, pertimbangkan juga apakah ada sumber resmi atau sumber primer yang dapat digunakan sebagai pembanding.
Video populer belum tentu merupakan video yang paling sesuai untuk tujuan belajar Anda.
3. Jangan Menonton Secara Pasif
Ini mungkin bagian yang paling penting.
Ada perbedaan antara menonton video dan belajar menggunakan video.
Saat menonton secara pasif, kita hanya menerima informasi yang disampaikan. Saat belajar secara aktif, kita mencoba memprediksi apa yang akan terjadi, menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya, mencatat hal penting, mengajukan pertanyaan, menjelaskan kembali dengan kata-kata sendiri, dan mencoba menerapkan apa yang baru dipelajari.
Karena itu, jangan takut untuk menekan Pause.
Pause bukan tanda bahwa Anda lambat belajar. Pause memberi kesempatan untuk berhenti menerima informasi baru dan memproses informasi yang baru saja diterima.
4. Gunakan Pause, Rewind, dan Playback Speed
Salah satu kelebihan video sebagai media belajar adalah Anda tidak harus mengikuti kecepatan pembicara.
Jika penjelasan terlalu cepat: Pause.
Jika ada bagian yang belum dipahami: Rewind.
Jika bagian tertentu sudah sangat familiar, Anda dapat mempercepatnya.
Tetapi kecepatan bukan tujuan utama. Jika mempercepat video menyebabkan Anda hanya mengejar sampai selesai, manfaat belajarnya justru dapat berkurang.
Pause → pikirkan → lanjutkan.
Untuk bagian yang sulit:
Rewind → tonton kembali → coba jelaskan sendiri.
5. Buat Catatan yang Sederhana
Anda tidak perlu menyalin seluruh isi video. Justru terlalu banyak mencatat dapat membuat perhatian terpecah.
Cobalah mencatat:
- konsep utama,
- istilah penting,
- langkah-langkah,
- contoh,
- pertanyaan yang belum terjawab, dan
- hal yang ingin dicoba setelah menonton.
Misalnya Anda sedang belajar membuat program Python. Daripada menulis ulang seluruh penjelasan video, catatan Anda mungkin cukup seperti:
for loop
digunakan untuk mengulang proses
contoh:
for i in range(5):
print(i)
hasil:
0
1
2
3
4
Catatan tersebut jauh lebih berguna jika nantinya digunakan untuk mencoba sendiri.
6. Berhenti Sesekali dan Coba Jelaskan Kembali
Setelah satu bagian video selesai, jangan langsung melanjutkan. Berhenti sebentar.
Kemudian tanyakan:
“Apa yang baru saja saya pelajari?”
Cobalah menjelaskannya tanpa melihat video atau catatan. Tidak perlu menggunakan istilah yang rumit. Gunakan bahasa Anda sendiri.
Jika Anda dapat menjelaskan suatu konsep dengan sederhana, itu merupakan tanda bahwa Anda sudah mulai memproses konsep tersebut.
Jika ternyata Anda tidak dapat menjelaskannya, tidak apa-apa. Kembali ke bagian video yang relevan dan coba lagi.
7. Jangan Hanya Mengandalkan Rasa “Saya Sudah Paham”
Ini jebakan yang cukup umum dalam belajar melalui video.
Saat seseorang mendengarkan penjelasan yang jelas, semuanya terasa masuk akal. Kita mungkin berpikir:
“Oh, ternyata gampang.”
Tetapi memahami penjelasan saat seseorang menerangkannya belum tentu sama dengan mampu menggunakan pengetahuan tersebut sendiri.
Karena itu, setelah menonton, lakukan sesuatu dengan informasi tersebut.
Belajar matematika
Kerjakan soal tanpa melihat contoh.
Belajar bahasa Inggris
Gunakan kosakata baru dalam beberapa kalimat.
Belajar Python
Tulis kembali program tanpa menyalin kode dari video.
Belajar sejarah
Coba jelaskan hubungan sebab-akibat dari peristiwa yang dipelajari.
Belajar keterampilan
Lakukan praktiknya sendiri.
Dengan demikian, kegiatan belajar berpindah dari:
“Saya melihat bagaimana orang lain melakukannya.”
menjadi:
“Saya mencoba melakukannya sendiri.”
8. Gunakan Video sebagai Awal, Bukan Selalu sebagai Akhir
Video sangat berguna untuk memberikan gambaran, demonstrasi, atau penjelasan awal. Namun, satu video belum tentu cukup untuk memahami sebuah topik secara menyeluruh.
Setelah menonton, Anda mungkin perlu:
- membaca artikel,
- membuka dokumentasi,
- melihat sumber resmi,
- mengerjakan latihan,
- berdiskusi dengan guru atau teman, atau
- mencari contoh tambahan.
Untuk pembelajaran yang lebih kompleks, menggabungkan beberapa jenis sumber dapat membantu memberikan perspektif yang lebih lengkap.
Inilah salah satu alasan mengapa direktori seperti TrangCorner dapat berguna. TrangCorner membantu mengelompokkan berbagai sumber belajar yang tersebar di berbagai platform sehingga pengguna dapat menjelajahi sumber yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Jelajahi Sumber Belajar di TrangCorner
9. Untuk Guru: Jangan Hanya Membagikan Link Video
Video juga dapat menjadi alat bantu yang baik bagi guru. Namun, memberikan sebuah link video kepada siswa belum tentu cukup.
Guru dapat memberikan pertanyaan atau tugas sederhana yang mengarahkan siswa untuk memperhatikan isi video.
Contohnya:
“Sebutkan tiga hal penting yang kamu pelajari dari video tersebut.”
Atau:
“Bagian mana yang menurutmu paling sulit? Jelaskan mengapa.”
Atau:
“Setelah menonton video, coba lakukan langkah yang ditunjukkan tanpa melihat kembali video tersebut.”
Dengan cara seperti ini, video tidak hanya menjadi bahan tontonan, tetapi menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran.
Video juga dapat digunakan sebagai pengantar sebelum kegiatan kelas, kemudian waktu di kelas digunakan untuk diskusi, latihan, pemecahan masalah, atau penerapan konsep.
10. Untuk Siswa: Buat Rutinitas Belajar yang Sederhana
Tidak perlu membuat sistem belajar yang rumit. Anda dapat mencoba pola sederhana berikut:
Sebelum menonton
Tentukan tujuan.
“Saya ingin memahami apa itu persamaan linear.”
Saat menonton
Perhatikan dan catat hal penting.
“Apa konsep utama yang dijelaskan?”
Setelah satu bagian
Pause dan jelaskan kembali.
“Kalau saya harus menjelaskan ini kepada teman, apa yang akan saya katakan?”
Setelah video selesai
Lakukan sesuatu.
Kerjakan soal, praktikkan, atau buat contoh sendiri.
Beberapa waktu kemudian
Coba ingat kembali tanpa melihat catatan.
“Apa yang masih saya ingat?”
Rutinitas sederhana seperti ini dapat membuat aktivitas menonton menjadi jauh lebih aktif.
11. Jangan Lupa Memeriksa Sumber
Internet memberikan akses kepada kita terhadap jumlah informasi yang sangat besar. Itu merupakan keuntungan, tetapi sekaligus menjadi tantangan.
Tidak semua video dibuat untuk tujuan pendidikan. Tidak semua pembuat konten memiliki keahlian yang sama. Bahkan video yang terlihat meyakinkan tetap perlu diperiksa ketika topiknya membutuhkan ketepatan tinggi.
Karena itu, biasakan bertanya:
Siapa yang membuatnya?
Dari mana informasinya berasal?
Apakah ada sumber lain yang dapat digunakan untuk memeriksanya?
Apakah informasi tersebut masih relevan?
Kemampuan menilai sumber merupakan bagian penting dari literasi digital.
Belajar dari Video Bukan Berarti Menonton Lebih Banyak
Ada anggapan bahwa semakin banyak video yang ditonton, semakin banyak pula yang dipelajari. Belum tentu.
Menonton sepuluh video tanpa pernah berhenti untuk berpikir, mencatat, mengingat kembali, atau mencoba menerapkan isinya mungkin tidak lebih bermanfaat daripada menonton satu video dengan perhatian penuh lalu mempraktikkan apa yang dipelajari.
Karena itu, jangan menjadikan:
“Berapa banyak video yang sudah saya tonton?”
sebagai satu-satunya ukuran.
Pertanyaan yang lebih berguna adalah:
“Apa yang sekarang dapat saya lakukan yang sebelumnya belum dapat saya lakukan?”
Itulah salah satu perbedaan antara menonton konten dan belajar dari konten.
Checklist: Apakah Saya Benar-Benar Belajar dari Video?
- Saya tahu apa tujuan saya menonton video tersebut.
- Saya memilih video yang sesuai dengan kebutuhan saya.
- Saya memperhatikan bagian-bagian penting.
- Saya menggunakan pause atau rewind ketika diperlukan.
- Saya mencatat konsep atau langkah penting.
- Saya dapat menjelaskan kembali inti materi dengan kata-kata sendiri.
- Saya mencoba menggunakan atau mempraktikkan apa yang dipelajari.
- Saya tahu bagian mana yang masih belum saya pahami.
- Saya mempertimbangkan sumber lain jika diperlukan.
- Saya memeriksa kredibilitas sumber untuk topik yang membutuhkan ketepatan.
Tidak harus semuanya dilakukan setiap kali. Namun semakin aktif kita menggunakan video sebagai alat belajar, semakin besar kemungkinan aktivitas menonton tersebut menghasilkan sesuatu yang dapat kita gunakan kembali.
Penutup
Video online memberikan kesempatan belajar yang sangat luas. Kita dapat belajar hampir kapan saja dan dari berbagai sumber. Namun teknologi hanyalah alat. Cara kita menggunakan alat tersebut tetap menentukan kualitas pengalaman belajar.
Jadi, ketika menemukan video pembelajaran yang menarik, jangan terburu-buru mengejar tombol Next Video.
Tentukan tujuan → tonton dengan aktif → pause → pikirkan → catat → jelaskan kembali → praktikkan.
Karena pada akhirnya, tujuan belajar bukanlah menyelesaikan sebuah video.
Tujuan belajar adalah memahami sesuatu dan mampu menggunakannya.
Tentang TrangCorner
TrangCorner.id adalah direktori terkurasi sumber belajar yang membantu guru, siswa, dan pengembang konten menemukan berbagai sumber pembelajaran yang tersebar di berbagai platform.
Sumber yang tersedia dapat mencakup video pembelajaran, website edukasi, portal informasi, dan alat bantu belajar yang dapat dijelajahi berdasarkan kategori dan subkategori.
Jika Anda menemukan sumber belajar yang bermanfaat, Anda juga dapat mengusulkannya untuk ditinjau dan dipertimbangkan untuk ditambahkan ke direktori TrangCorner.
Kembali ke TrangCorner.idReferensi
Artikel ini disusun sebagai panduan praktis dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti instruksi guru atau sumber pembelajaran resmi.
- Vanderbilt University, Center for Teaching — Effective Educational Videos
- Vanderbilt University, Center for Teaching — Flipping the Classroom